Selalu ada fase lo benci diri lo sendiri, lagi lagi ngerasa gagal, padahal lo pernah lewat jutaan kegagalan. Kenapa selalu ngerasa gue ga deserve ini, padahal lo mampu. Kenapa orang selalu lebih beruntung, hidupnya lurus, gak ada pressure sedangkan lo engga.
Gue punya mimpi tapi gue kubur demi mimpi lain yang dulu gue fikir bijaksana, menyenangkan semua orang. Walau ya lo gak bisa menyenangkan semua orang, dan berakhir lo tidak membuat diri lo senang.
I hate myseld when i'm on dat phase. I'm not giving my best and just sit without doin nothin. Sometimes i hate God meanwhile i know God is soooo niceeeeee.
Apa gue ga bersyukur, apa gue kurang doa? Ibadah gue jelek ya? Apa gatau. I just wanna make me proud as me. But accept myself is so fckn harder.
Semakin dewasa semakin menyadari, lebih sering bermonolog oada diri aendiri dari pada berdialog dengan orang lain. Berperang dengan pemikiran diri sendiri yang gatau kenapa tidak pernah beristirahat
I'll give my interpretation about Day6 (Even of the Day)The Book of Us: Nothing can tear us apart Album. I think YoungK is really genius lyricist. He isn't just make an album or a song, but a storybook which we can read while we listen a whole album. And not YoungK only, Wonpil with his synth and Dowoon wth his electric drum makes all the song life. Our three genius maknae make a beautiful album even just with 3 instrument. The album have special place in my heart <3
Landing -Intro-
The spaceship emergency landing on a new land. I open the door and amaze with the land, i wandering around, started new journey and adventure
Landed
Finally i met you. why i started feel afraid even when you beside me? how can i say, i'm afraid fot letting your hand go. huh funny, right? But really, i've been wandering alone and no place i called home until i met you, you brought me in a beautiful place. is it love? yes, i might you love me and i deciding to start the journey with you.
Ocean - Interlude-
Yes, loving you makes me feel 'everyday is beautiful'. No, no.... i know sometimes we're happy but sometimes we're fight, we're hurt each other. It's okey, thats love. love like the ocean, we can't expect beautiful sunset or storm will come. Waves always come, sometimes is good, sometimes is too strong.
Where the sea sleeps
I know, the day's cooming. Rainstorm come on the sea, in our relationship. but trust me, always be my side. the waves may strong but i'll hold you tight. We can fight all together and we'll see beatiful day after this. Stay with me and don't leave me please until the morning comes, we'll pass it like a dream. Please don't leave me alone, i can't stand alone.
Forest -Interlude 2-
like i said, beatiful day i'll be come, right?
Thanks To
From the first day until now, you never absent giving me a warm hug no matter what. You always here, complete my life. You even give all to me, how can? you told and show me love without word, i really thank you. thanks for you always held me on your arm, brought me happiness for me who have so much pain. you're the precious ones and finally i can return the love that you give me. Thank you to letting me to experience Love.
To Be Continue -Outro-
on the next episode, i'll bring you to the place you've never dreamed. you can call it naverland, but i call it Arcane Land.
Februari
bulan penuh cinta. Sebagai tuna asmara seperti gue ini (HALAH), apalah arti
bulan penuh cinta tanpa hadirnya seorang kekasih. Untungnya, dibulan ini asupan
cinta terpenuhi dengan adanya film film bergenre cinta-cintaan yang udah gue
incer dari lama. Dilan 1990 dan Eiffel
I’m in Love2. Pertama, gue nonton Dilan
1990 diawal Februari dan dilanjutkan nonton Eiffel I’m in love 2 di
hari pertama rilisnya, 14 Februari, pas dihari valentine. Sungguh jomblo yang bersemangat.
Kelar
nonton, temen gue bersemangat mengatakan
“Adit-Tita ini lebih
cute ya dari dilan”
Dalam hati berkata
“ih
gak tau mereka gak….. eh cute juga sih. Cute Dilan-Milea atau Adit-Tita yak?”
Untuk
itu, kuberikan review versi gue
dikedua filmnya. Mungkin ini bisa jadi tidak imbang karena gue nonton Dilan 1990 udah lumayan lama. Gue gak
inget urutan persis ceritanya walau gue inget scene-nya. Mohon dimaklumi. Tapi, tiada niatan tuk menjelekkan
kedua film berikut. Cuma, kulelah mencari kebenaran siapa yang paling cute diantara 2 pasangan ini. GAK
PENTING YA RAN HIDUPMU~~~
DILAN 1990
Dilan 1990
Nah
kita cerita dikit tentang film Dilan
1990. Mengambil setting tahun 90, kisah Dilan-Milea ini diceritakan pada
masa SMA, bercerita tentang cinta monyet atau cinta pertama. Hampir gak ada
konflk yang ribet di film ini, persis seperti di novelnya. Paling banter ya tauran antar SMA yang mungkin
dulu sering terjadi. Gak ada acara tuh labrak labarakan karena Milea ngerebut
Dilan dari cewek hits satu sekolah #yekali.
Diawal
cerita, kita disuguhkan cara Dilan berkenalan dengan Milea di jalan menuju
sekolahnya. Kemudian di isi dengan cara cara Dilan mengambil hati Milea dengan
cara unik bin nyeleneh ala tahun 1990.
Kenalan Ala Dilan~
Ngasih ramalan lah, ngasih TTS yang udah
diisi dihari ulang tahun Milea lah, surat menyurat, dateng kerumah Milea dan
ketemu bokapnya eh malah ngasih menu kantin. Mulut pasti ngucap “Apaan sih nih
bocah” tapi dalam hati girang wkwk
PDKT di angkot
Lelaki yang selalu bikin penasaran
Pacarnya dateng dari Jakarta ke Bandung
Yang suka Milea ngasih boneka segede gaban
Dilan yang irit kasih TTS yang udah diisi
KU BUTUH DILAN TUHAN!
Dilan
yang nyeleneh juga terkenal nakal. Suka tauran, nongkrong di warung bareng temen-temen
geng motornya, ngelawan guru karena dia benar. Tapi, kenakalan ‘beralasan’ itu
malah bikin diriku sangat………..ah tidak kuat menahan keinginan dipeluk Dilan
(LAH APA URUSANNYE)
Doyan telat upacara kayak gue nih
Dilan dengan geng motornya. ehm
Ya
udah, gitu doang sepanjang film. Hati lu kayak diremes remes sama kelakuan
Dilan ke Milea yang sweet-nya gak
ketulungan. Apalagi scene Dilan bilang “siapa yang menyakitimu, besok dia akan
hilang” bener aja, besoknya Dilan berantem sama temen se-geng-nya karena udah
nampar Milea. DUH DEK TOLONG KAKAK GAK KUAT
BERANTEM DONG DIA
INGINKU DILINDUNGI MU WAHAI DILAN DILUARAN SANA
Ceritanya
itu smooth, hangat bin gemes.
Dijamin, rekaman masa SMA lu keputer lagi dalem otak. Bikin kangen. Iqbaal yang digadang-gadang bakal
menjadi penyebab kegagalan film ini malah sukses bikin semua cewek klepek-klepek.
Gak cuma anak seumuran dia, kakak kakak, tante tante semua mau jadi Milea-nya. Delivery dialog, gesture dan tatapannya Dilan,
sukses dibawain sama dia. SALUT PARAH.
Senyumnya itu lho jail banget
Tiba tiba mau ditelpun dari telpon umum. HALAH
Disisi
lain, debut pertama Vanesha di film yang langsung jadi bintang utama pun gak
bisa dibilang gagal. Gue suka Vanesha yang polos dan lugu. Ya kayak cocok aja
sama Dilan yang unik. Tapi, ketawanya Vanesha sedikit ganggu, dan kadang
ekspresinya kurang gitu. Dalam hati gue pingin teriak
“SEGITU
DOANG LU DIGOMBALIN DILAN?WOYYY AH”
Milea dengan segala keluguannya
Chemistery 2 bintang utama, Iqbaal dan Vanesha
ini menurut gue sukses banget. Ya, kalo lo liat di yutub behind thescene mereka
pas reading buat nyatuin chemistery mah duh….dek….. ku ingin juga
dipeluk.
Mereka
berhasil ngebuat ‘couple anak SMA’
baru dalam dunia perfilman, setelah Rangga-Cinta
di AADC dan Galih-Ratna di film Galih
dan Ratna. Hampir gak ada celah dalam film ini, Cuma bagian CGI scene bunda dan Milea didalam mobil
yang rada ‘duh’. Buat ukuran film dengan budget besar, kayak gini aja masa
mesti CGI ala FTV sik? Huft. Selain itu, warna tone, setting, dialog semua
juarak.
Eiffel I’m In Love 2
Gue
bakal Full Spoiler disini, mumpung
masih inget wkwk. Kisah Adit-Tita yang saling jatuh cinta dengan saling benci
diawal, lalu sweet diakhir, dengan
suguhan pemandangan kota paris besera Eiffel, plus ciuman di bandara sekiranya
membekas di benak gue salam bertahun tahun.
Kemudian,
keberhasilan AADC 2 kayaknya berperan juga akan lahirnya kembali kisah
Adit-Tita di Eiffel I’m in Love 2. Kalo nonton film yang modelannya sekuel
setelah bertahun-tahun gini, gue cuma mau nikmatin dan nostalgia chemistery kedua pemainnya aja sik.
Selebihnya sakarepmu! Termasuk
cerita.
Poster Jadulnya
Poster iconic yang tetep dipake di sekuelnya
Adit
yang tinggal di Paris, sedangkan Tita di Jakarta. Merekapun LDR-an selama 12
taon. YAKALI 12 TAON! BISA GILA GUE. ya, gue mencoba memahami ini semua dengan
kelapangan dada. Adit masih dengan galak yang luar biasa, dan Tita masih dengan
gemes dan lugunya dia. Yang gue heran, Bundanya masih segitu protektif sama dia
sampai dia gak boleh punya handphone sendiri. YEKALI AH. Jaman serba online
gini. Minimal dia punya tapi gaptek gitu. Ini udah pake nokia apaan tau masih
juga disimpenin sama pembantunya. OKE GUE MENCOBA SABAR.
LDR 12 TAON? Mati ajadah
Selain
keluarga, Tita juga masih dikelilingi sahabatnya Nanda dan Uni. Nanda baru
nikah sama suaminya (yang gue lupa siapa namanya), lalu Uni nikah sama Alan,
yang adalah kakaknya Tita. Iri-lah Tita yang tak kunjung dilamar Adit. IYA TA,
GUE NGERTI KOK PRASAAN LU.
Selain
itu, Tita punya sahabat lain namanya Adam yang diam-diam memendam cinta
padanya. Saking cintanya, Adam suka bawa anjingnya ke Tita buat sekedar
diperiksa. Yak, Tita ini udah jadi dokter hewan. Saking cintanya lagi, Adam
beliin Tita IPad pas tau Tita mau pindah. Sungguh hamba butuh lelaki seperti
Adam ini Tuhan!! #TEAMADAM
Mas Adam dan Anjingnya
Nah
intinya, Tita sekeluarga akan pindah ke Paris, karena setelah bokap Adit
meninggal, restoran mereka gak ada yang ngurus lalu tutup, dan si keluarga ini
mau bangun restoran itu lagi. Masuk akal? Oh tentu tidak, Ya kalo mau re-build kenapa gak bapak ibunya aja
yang pindah dulu, toh Alan dan Tita kan udah punya layf sendiri di Jakarta. Oh
ya mungkin karena keprotektifan orang tua mereka. Okey clear. Berangkatlah mereka sekeluarga ke Paris.
Sesampainya
di sana, mereka dijemput sama supirnya Adit. Dengan naik mobil adit yang
sekecil upil. Bentukannya kayak brio, tapi muat 5 orang+1supir. Sungguh magic! Yak sampai dirumah, Adit-Tita
udah berantem gara-gara liat Adit dianter cewek bule. Jujur, gue suka mereka kalo lagi berantem karena Shandy
Aulia dan Samuel Rizal sangat amat menggemaskan!!!!!!! Abis berantem, ternyata
si Adit ngasih surprise yang gemesin.
Kemudian mereka baikkan. Gituuu terus, layaknya Tita tidak belajar dari
kesalahan tuk menahan amarah dengan Adit yang pasti dibelakangnya bakal ngasih surprise. MAKANYE TA, JANGAN MARAH MARAH
MULU. LEMAH KAN KAMU DIBERI SURPRISE!
#TEAMADIT
Oke
skip skip, Tita ini ngarep banget
dilamar Adit. Tapi, mimpi tinggalah mimpi. Adit belom siap, tit! Marahlah Tita,
12 TAON BELOM SIAP NGAPAIN AJA LU DIT! Mungkin Adit fokus membesarkan otot
tangannya yang sangat gandeng-able
itu ehe.
Lengan Gandeng-able
Tita
akhirnya meminta putus. Yak, tapi lebih tepatnya gak tau aja ini hubungan mau
dibawa kemana. Gonjang-ganjing hubungan mereka membuat Tita semakin dekat pada
Adam. Tau si Tita putus dari Adit, Adam nyusul dong ke Paris yang mungkin di
film hanya berjarak bak Jakarta-Bandung. Cepat sekali dia mencari tiket pesawat
dan sampai di paris, yang mana kalo gue cek di traveloka kira-kira paling cepet
16jam lamanya perjalanan.
Adam sepupunya Flash
Adam
mencoba melamar Tita dengan memberi cincin didalam kue, gue juga gak paham
gimana bisa dia yang baru dateng, memikirkan akan memasukan cincin dalam kue
wkwkw. Adit yang melihat Tita bareng Adam plus cincin di jari Titapun cemburu.
Makanya mas kerja yang bener biar duit kumpul
Besoknya,
Adam ajak Tita buat naik ke menara Eiffel, nyampe di lantai atas ada Adit yang
udah nunggu Tita. Ternyata eh ternyata, Tita nolak lamaran Adam. Adit
menjelaskan semua mengapa dia belom siap melamar Tita. Dia bahkan ngasih tau
kenapa gak pernah ajak Tita naik ke menara Eiffel. Akhirnya? Ya bisa ditebak
sendiri lah ya.
Dari
semua karakter ini gue rada benci dan suka sama karakter Uni, temen sekaligus
kakak iparnya Tita. Dia nih paling sering ngomporin Tita dengan dialog “mau
dilamar Adit nih” berulang ulang. Tapi, kocaknya dia pas nampol kepala Adit
sungguh sangatlah…….wkwkwk.
Ngomporin bae dah si Uni~
Dikomporin part-2
Chemistery
Shandy Aulia dan Samuel Rizal ini emang gak ada habisnya. Even, cuma jalan berdua doang itu gemes. Walau banyak cerita yang off dan gak sampai nalar gue, tapi gue
masih bisa menikmati relationship
tom&jerry Tita-Adit yang menggemaskan. Sekali lagi, chemistery mengalahkan segalanya. Gue suka Adit yang pemarah, Tita
yang cute, segala karakter ini berasa
pas aja diperanin mereka. Mau peran mereka digantiin Pevita Pearce dan Richard
Kevin di Lost In Love (2008), yang
katanya dulu sekuel dari Eiffel I’m in Love, gue ga bisa
menerima itu semua! (meski gue tetep beli DVD-nya). Gue salut sama film ini
adalah bisa membawa semua pemainnya kembali, remeh tapi berpengaruh juga. 1
Juta++ penonton tembuslah!
Shandy Aulia dan Samuel Rizal yang tidak pernah menua
LALU??
2
film tadi sama sama menceritakan tentang hubungan percintaan, dengan 2 kasus
berbeda. Dilan-Milea dengan segala ke-cute-an anak SMA gak bisa dibandingin
sama Adit-Tita dengan ke-complicated-an hubungannya. Kadang, kita rindu cita
yang pure karena suka tanpa alasan.
Bukan karena Dilan kaya, alim, ganteng, lulusan mesir bagaikan mas Fahri. Tapi
karena bagaimana Dilan mencintai Milea dengan perlakuannya yang nyeleneh bin aneh.
Tapi,
kadang kita butuh film cinta yang realistis yang menceritakan kepastian. Mau
dibawa kemana ini hubungan? Ini yang tersaji di Eiffel I’m in love 2. Dengan segala pesan untuk wanita di luaran
sana yang suka mention pacarnya dikomen-an Instagram para selebgram yang nikah
muda “NIH YANG, AKU MAU DONG KAYAK GITU” MATAMU MBAK! Sabar adalah koentji,
kalo tidak tahaun silahkan cari yang lain (HALAH). Dilan
1990 saat ini sudah mau menembus 7 Juta penonton dan Eiffel I’m in Love menuju
1 juta penonton. Untuk film genre percintaan, ini cukup besar yak.
Sekian
penuturan 2 film Indonesyah bergenre cinta cintaan versi saya sendiri. Buat
gue, tidak rugi menonton keduanya terlepas dari beberapa cerita yang off tapi kalo lo bisa menimati chemistery kedua pasangan diatas, mudah
mudahan bisa dimaafkan.
Hari berganti, bulan dan tahun pun berganti. Semakin lama semakin mereasa waktu berjalan terlalu cepat, padahal dulh rasanya mau cepet gede biar bisa do everything with my hand. Tapi, semaki cepat malah semakin ngerasa 'udah berbuat apa sih??'
Pergantian tahun yang tidak terlalu spesial, walau gue akuin tahun ini kayak 'GIFT' dari Allah SWT. Bohong kalo gue gak pernah sok sokan buat resolusi tahun baru, kayaknya semua orang pasti pernah deh dan ditahun tahun kemudia ngetweet "new year resolution is bulsyit" wkwkw dan memang, sekarang gue akuin semua adalah bulsyit. Gue gapernah lagi bikin resolusi. Bukan hanya karena bulshit, tapi karena semakin gue gak bisa mencapai resolusi itu, malah bikin gue down dan kepikiran
'lu ngapain aja sih, ran??'
Dulu, gue pernah punya plan, mau jadi anak kuliahan, masuk forum film, terus nulis, ikut kelas fotografi dan film tapi...... mana yang kesampaian? gak ada. Ego gue kalah sama kenyataan :").
2017, kayak GIFT aja dari Allah. Dari yang namanya hampir gak jadi magang didetik detik terakhir hingga akhirnya magang kelar paling akhir. Tugas akhir yang super drama, gue yang buta soal Lab (tidak baik dicontoh, dan kerasa banget begonya sekarang) tiba tiba bisa aja gitu nguji 5 jenis proksimat walau dengan bantuan tim tim kesayangan. Gue yang paling takut ujian akhir, mau itu magang atau TA, akhirnya sidang. Ya, walau pas magang dibabat abis dosen sampe mau nangis rasanya dibilang 'yah mau gimana lagi kalo ngulang kan waktunya gak cukup' DEGGGG ketauan begonya kan. Tapi alhamdullilah sekali lagi, Allah itu naik banget, nilai akhir 2 matkul ini A, ngebantu gue buat ngejar Cumlaude yang mepet banget.
Lanjut, rintangan baru yaitu drama mau wisuda. Dari kampus yang gak ngebolehin wisuda september, ngejar yudisium yang hampir gagal didetik-detik akhir gara-gara surat magang gak ber-kop padahal udah resmi banget dari PT-nya walau akhirnya bisa yudisum tepat waktu.
Belom selesai perjuangan, lulus mau kemana? Kuliah S1 lagi pasti. Daftar transfer UNS yang penuh drama. Transkrip nilai keluar, surat keterangan lulus gak mau dikeluarin admin-nya. Lapor dosen dan akhirnya dikeluarin dengan segala daya upaya minta ttd Pak Baskara. Akhirnya, bisa daftar Ujian Transfer S1 ITP UNS. Gak, belom berakhir cerita, daftar akhir akhir dengan web yang server-nya hampir down, dan yang terparah adalah SAINGAN BANYAK. Sampe gue gak PD buat ujian ini. Gue cuma belajar bahasa inggris pake buku toefl bekas SMA sama materi kuliah sekilas, dikala semua orang punya soal ujian tau lalu (how pity i'm). Beberapa hari sebelom ujian gue jalan jalan ke Semarang bareng Roza dan Oma sambil bawa bawa kertas soal. Ketebak lah, gak gue baca wkwkwk. Pas ujian, masyaAllah ini soal apaan juga gue gak paham. Berbekal ingatan masa lampau yang bahkan gue gak inget apa apa soal sel dan mengandalkan kesotoy-an, Allah kasih jalan terbaik.
KETERIMA.
YAK, TAUKAN RASANYA ABIS DITOLAK BERKALI KALI ABIS ITU DITERIMA?? RASANYA KAYAK DIBOONGIN WKWKWK
Nyokap aja sampe gak percaya gara gara gue cerita bagaimana metode gue ngerjain soalnya. Mimpi jaman SMA terkabul, mau masuk ITP. Bukan di UNPAD atau UNSOED tapik UNS. Euforianya mungkin beda kalo gue keterimanya pas SMA tapi...... patutlah bersyukur atas jalan Allah ini.
Oktober 2017, akhirnya wisuda pake slempang biru juga. Rasanya salaman sama rektor kayaknya gak akan pernah gue lupain. Denger nama gue dipanggil dengan foto dipajang segede gaban didepan layar, deg degan jalan ke rektor karena takut salah dan liat orang tua dateng di wisuda rasanya kayak mo nangis tapi sok sokan aja kuat. Balik dari wisuda nyokap bilang
'Sama aja kan sekarang (re: masuk ITP), tapi emang jalannya adek harus liku liku dulu, kalo orang lain lurus, gak papa' DEGGG
Ada benernya
Kalo gue masuk ITP 3 taun yang lalu mungkin gue gak akan kenal anak THP yang beragam bentukkannya, kenal sama temen temen yang punya cerita menarik dan bikin gue amazed, kuat ngerjain laporan praktikum yang sehari bisa 2 deadline, ngerjain laporan segede kotak sepatu, ngelatih kreativitas baca jurnal (ini sih sampe sekarang), begadang depan pusdiklat buat FisDas, ngelatih skill praktikum yang mana gue emang orangnya gak teori banget, nyari UKM sampe kantor koprasi boyolali, ngelatih skill wawancara yang udah lama ilang di UKM UKM dan tau banyak tentang GMP&HACCP (yang mana bagian menarik dari semua matkul yang gue pelajari di THP) dan nyicip rasanya Cumlaude karena gue yakin gue yang sangat tidak 'science' ini bakal Cumlaude kalo gue ITP dulu.
Ya, Kalo kata bu Anis guru SMP gue dulu
'Allah gak ngasih apa yang kita ingibkan, tapi ngasih apa yang kita butuhkan'
Dan di 2017 gue percaya itu. Mungkin gue belom butuh masuk dunia film, fotografi, tulis menulis dan dunia yang lain. Mungkin gue juga banyak kehilangan kesempatan karena kesotoyan masa lalu gue tapi kayaknya terbayar di 2017 kemarin. Ya, gue juga gak akan berhenti buat melakuan hal yang belom gue dapetin saat ini, sabar dan tawakal aja. Kejutan Allah udah paling terbaik lah.
Gue cuma bisa berharap, 2018 gue bisa lebih kuat menghadapi jutaan rintangan yang gak ada abisnya. Bisa lebih produktif dalam segala hal, banyak olahraga buat sehat bukan buat diet, banyak bersyukur, banyak deket dengan-Nya siapatau bisa didekatkan dengan makhluk ciptaan-Nya(???)
THANK U 2017, I'LL BE REMEMBER U. THANK U FOR EVERYTHING, I HOPE I CAN BE MORE MORE MORE MORE MORE GRATEFULL AND BELIEVE WITH ALLAH'S PLAN :)))
Bertemu orang baru berarti bertemu dengan sifat baru, karakter baru dan cerita baru. Gue mungkin bukan tipe yang sangat terbuka tapi gak tertutup juga. Ya, kalo emang kita ada disituasi yang sama di waktu yang lama, gue berani banyak ngobrol. Tapi, kalo ada disituasi yang baru, awkward, pasti……. gue diem aja. Jadi dapat disimpulkan gue adalah kepribadian ganda wkwkwk
Banyak situasi yang memungkinkan gue kenal banyak orang. Apalagi sejak kuliah jauh di solo. Ketika gue pindah dari zona nyaman gue dibekasi tercinta, yang mana adalah hal yang sangat gue inginkan dari SMP, ke satu kota yang bahkan gue gatau letaknya dipeta. Iya, ini gak lebay, gue kira solo itu sebelahnya semarang. Iyasih sebelah, tapi sebelah jauhnya. Ketika masuk ke lingkungan yang super asing, dengan bahasa yang gue bahkan gak paham paham banget, dengan karakter orang dari berbagai daerah. Sempet ngerasa, apasih kayaknya gue salah ngambil keputusan buat kuliah 'sok' jauh, yang bikin gue jadi kayak alien diperkampungan manusia.
Pas saatnya masuk kuliah, seperti halnya mahasiswa lain, gue kenalan lah. Ya masa gak punya temen sampe lulus. Mereka nih sebelumnya udah deket dari jaman technical meeting sampe ospek. Tapi dari sekian banyak mereka gue paling deket sama yang namanya Oma((nama disamarkan)) Gak penting juga si disamarkan, di ig gue isinya sama dia doang kok wkwkwk
Gue gak pernah memaksa seseorang untuk bercerita, apalagi masalah pribadinya terlebih keluarga. Biasanya gue yang malah suka cerita sendiri tentang keluarga gue dengan absurd nya. Kalo luxi alhamdullilah kalo engga yaudah, lumayan dapet temen ngobrol. Begitu terus sampai akhirnya si doi bisa cerita sesuatu yang buat gue 'wow'. She's a strongest girl dat i know. Cerita masa susahnya dia, kenaoa dia nolak jurusan tekpang di univ lain dan segalanya.
Kemudian, gue juga kenal sama seseorang dikelas, gak deket deket amat, biasa aja, tapi sering iseng isengan bareng. Dia orang yang cukup ceria, santai, bahkan gak keliatan mikirin kuliahnya gimana, tipe temen gue banget gak mau mikirin kuliah wkwk. Sampai pada suatu saat, gue jalan dengan teman yang lain, seperti biasa gue gak pernah nanya atau maksa cerita dan selalu dimulai dengan gue bercerita. Hingga akhirnya gue tau, di balik ketawanya, cerianya dan kemasabodohannya akan kuliah temen gue itu, ada cerita dia dianaktirikan karena gak bisa masuk di univ dengan jurusan bergengsi padahal dia punya bisnis yang menurit gue menjanjikan. Belom tentu kan anak kuliahan bisa punya bisnis yang menghasilkan.
Dan orang yang gue kenal dengan cerita dan masalah lainnya bukan mereka aja. Temen SMA gue, duo dugong yang sekarang satunya dah gak dugong malah gue yg kayak dugong, adalah orang yang punya cerita lain dalam hidupnya. Gue belajar gimana sih seorang anak kurang dari 20 tahun ((pada masanya)) ngehadapin konflik batin yang mungkin kalo aja mereka salah langkah, mereka bisa aja bikin nilainya jadi ancur, nakal dsb. tapi yang ada, malah masuk kuliah di univ ternama di Indonesia. Bahkan gue yang baik baik saja ini gak bisa mencapai nilai UN dengan bagus wkwkwk
Dari situ gue sadar, bahkan sangat bersyukur atas apa yang gue alami gak seburuk dengan apa yang dia alamin. Selain gue tau apa yang dia rasakan, gue juga belajar 1 hal. Setiap orang punya masalah masing masing, dan jangan egois bilang kalo masalah lo paling berat dimuka bumi. Dengan membangun pikiran seperti itu, lo bisa lihat segalanya dengan perspektif yang positif. Dannn jika lo adalah orang yang baik baik saja, dari segi keadaan atau gak punya masalah yang membebani hidup lo, tapi lo punya temen, tetangga, pacar atau siapa aja yang punya masalah berat dalam hidupnya, yuk sama sama diajak cari solusi. Diajak bahagia, diajak cerita. Diajak cerita bukan berarti lo paksa cerita tapi lo biarin dia cerita semengalirnya dia, senyamannya dia. Lebih peka terhadap orang yang ada disekitar kita, membantu dengan mendengar adalah cara terbaik. Spread your love and positively for them❤❤❤
Gatau harus mulai dari mana. Gue coba ceritain dulu pertemuan gue dengan novel ini. Critical Eleven. Sebenernya gue udah tertarik pingin beli dari jaman dia nongkrong di rak gramed, tapi berhubung anak kosan dan sibuk banget takut gak kebaca, gue urungkan niat. Hingga lebaran taun kemarin, gue liburan di Purwokerto. Hiburan gue cuna hp dan tv. Dengan sisa duit lebaran, gue coba beli novel ini. Awal baca, belom paham sampe akhirnya kebawa suasana sendiri. Seharian full gak keluar kamar dan dalam 1 hari kelar bacanya. Cerita yang punya premis sederhana tapi bisa diceritakan bagus banget!
Hingga munculah wacana Critical Eleven akan difilmkan. Dari dulu sih kalo baca novel, selalu bayangin peradegannya tanpa muka pemainnya. Jadi gue clueless banget sama siapa yang bakal jadi Ale atau Anya. Pas kak Ika Natassa mulai kasih teka teki pada ikan ikan magnetnya, Reza Rahadian sebagai Ale dan Adinia Wirasti sebagai Anya, well gue rasa itu pilihan terbaeq. Gue gak menentang tapi gue juga takut kalo mereka gak bisa bawa Ale-Anya dinovel jadi real. Jadi 50:50. Anggep aja kejutan.
Singkatnya Critical Eleven bukan bercerita tentang Ale yang bikin pesawat hehe, tapi filosofi 11 menit krusial didunia penerbangan yang digunakan dalam proses pertemuan. Asik. Bercerita tentang pertemuan Ale-Anya di pesawat. Setelah peretemuan itu mereka semakin dekat dan kemudian terjadi tragedi yang membuat mereka mempertanyakan kembali cinta mereka. Tragedi apa? Baca sendiri lah. Males? Nonton filmnya lah wkwk
Sebelum review gue mau kasih kesan gue 2 jam nonton ini film. 1 jam pertama gemes gemesan santai sambil makan popcorns dan minum cola, 1 jam selanjutnya nahan nangis dan emosi sambil gigit gigit sedotan. Ya, gilak si. Alur film ini lenih cepet dari ukunya, tapi gak kecepetan. Good.
Dari segi cerita, penambahan cerita gak ngurangin bahkan memperjelas cerita yang selama ini bikin gue bertanya tanya di novelnya. Perubahan beberapa cerita juga ada alasan yang kuat. Gak berlebihan. perfek. Para penulis skenario berhasil terjemahin buku kak Ika dengan baik, filmnya kak ika banget lah!
Semua adegan di new york itu kayak gak ada yang sia-sia. Gak cuma pamer pemandangan new york bla bla bla. Jujur gue gak hafal alur adegan dibukunya, jadi gue juga sambil nebak nebak abis ini adegan apa dan itu seru sih ehehehe. Banyak adegan yang bikin gue waw yaitu adegan nonton baseball sana adegan di Central Park. I call it NIAT BANGET! adegan favorite? ADEGAN AFTER SURPRISE ALE LAH!!!! HAHAHA Sampe keselek gue, salut banget. Berani sekalihhhh
Pemainnya? Gak usah ditanya. Gue gak pernah bayangin Reza Rahadian jadi Ale, tapi abis nonton itu, gue gak tau lagi siapa yang bisa meranin Ale selain Reza. Terakhir nonton film Reza yg super lovely itu testpack. Gue kira itu udah lovely banget, eh di CE 10X lebih lovely dari itu. Adinia Wirasti sangat amat cocok menjadi Anya yang mandiri. Gue heran, mereka ini gak akting kali ya, so real Dan pemain lainnya seperti revalina, refal hady, tante widyawati, om slamet raharjo, anggika, HAMISH, hannah, astrid, aci semua dapet porsi yang pas dan bermain sangat bagus. Pemilihan cast lain yang bagus kayak dwi sasono dan aci yang mereka padahal tidak mencoba ngelucu tapi tetap saja lucu bikin filmnya gak tegang tegang banget. Scoringnya juarak. Sekali laginya Isyana soooooo pas untuk film ini
Cuma sayang, kayaknya ada yang dipotong di scene basket jadi agak miss gitu. Dan adegan favorite gue dibuku, yaitu adegan si harris ngobrol sm Ale nanya gimana dulu Ale bisa yakin buat nikahin Anya gak ada. Padahal kan lumayan Harris jadi nonggol banyak hehehe sama adegan yang Ale bilang "Aku nikahin kamu buat bikin rumah tangga, bukan restoran" kayaknya gak ada ya?apa gue yang kelewat.
But well…. this is my review or story or anything about Critical Eleven Movie. Can't wait to watch again on Hooq, biar bisa jumpalitan kegemesan sambil teriak teriak. Buat gue film ini berhasil mengadaptasi novel ika natassa dengan baik. Gue ikutin proses shooting dari awal dan gue tau ini film adaptasi terniat yabg pernah gue liat. yes kak ika, I believed love again. Thanks for bringing Aldebaran Risjad in my life(?) Can't wait to see your next movie entah mau TAOL dulu atau Antalogi Rasa. Kali bisa sihhhh Refal-anggika dan hamis dipertahankan ehehehe
Rate 9/10
(bukan cuma karena gue suka novelnya, tapi sukses pengadaptasinya)
Aku baru saja duduk digerbong kereta menuju jakarta di liburan panjang. Biasanya kereta yang ramai orang dewasa berubah ramai dengan banyaknya anak anak yang ingin liburan. Dari anak kecil yang balita ampai 10 tahunan yang selalu melihat kearah jendela, melihat pemadangan katanya, sesekali berteriak jika ada kereta lewat berlainan arah.
Kamu tau tidak apa yang kubayangkan? mungkin terlalau jauh, iya. Tapi entah kenapa kepikiran, jika kamu yang sekarang duduk disampingku, bersama anak kecil yang tak hentinya melihat kearah jendela, bertanya apapun yang dilihatnya. Kamu tunjukan betapa luas dan indahnya dunia disekitarnya, yang mungkin ia belum pernah liat sebelumnya. Kamu ajak dia yang rewel mondar mandir gerbong. Badan maskulinmu itu menggendongnya. Lucu, letika aku membayangkan kamu membawa tas berwarna pastel kedalam kamar mandi kereta yang super kecil untuk mengantarnya buang air. Malamnya, kamu tidurkan ia dipangkuanmu dan kemudian kaosmu yang sudah lecek dari tadi mendapat hadiah basahan liurnya. Sambil menidurkanya sambil kita bercerita akan apa di kota yang kita tuju, bercerita apapun yang terpikirkan saat itu.
Mungkin ini terlalu jauh tapi entah kenapa terpikirkan. Kalau saja ini kubaca beberapa tahun mendatang dan 'kamu' yang kuceritakan ternyata benar kamu, mungkin seperti de javu saja.
tapi sebelumnya kita harus ngelewatin beberpa rintangan, sebutlah itu UAS. Tapi, UAS tak sendiri, Responsi, revisi dan tugas tugas yang katanya itu remidi juga menjadi rintangan kita selanjutnya. Rasanya, dosen dan co-ass gak puas kalo mahasiswa cuma dipusingin sama UAS. What the heck....
Kalo dimusim musim cherry, eh dimusim UAS gini hal yang paling menyenangkan dalam hidup gue adalah detik detik menjelang malam sebelum UAS. semua mahasiswa ribed nyari materi yang sebelumnya boro boro kepikiran, di upload temen aja udah alhamdullilah. Jujurlah kalian para mahasiswa, sistem SKS masih jadi satu satunya sistem terbaik dimasa masa UAS, yakan? hanya akan ada sepersekian persen orang yang udah prepare seminggu atau bahkan sebulan sebelum UAS dan orang itu pasti bukan gue.
Hal paling menyenangkan yang lainya itu detik detik soal dibagikan, wajah panik menyerang sambil ngomong dalam hati dan akan ada 2 kalimat yang bakal ada dibenak lo antara 'YES! ini materinya persis sama yang di slide' atau 'TAI! Soal apaan ini' lalu kemudian ada dua kemungkinan jika dapet soal yang kampret banget yaitu, buka soal, kerjakan dan lupakan atau buka soal, lupa apa yang dikerjakan, remedi. Buat anak SMA, gak remed mah urusan gampang, rayu guru selesai masalah. Mahasiswa, boro boro ketemu dosen buat dirayu, ketemu setelah nungguin 3 jam buat tanda tangan KRS aja udah syukur.
Lanjut, hal hal yang paling lucu saat UAS pasti pas temen kalian NYONTEK! sejujurnya, gue seneng banget memperhatikan temen temen gue nyontek dari jaman SMA dulu. Gue termasuk orang yang terlalu polos sampai saat SMA gue tau gimana caranya nyontek dari temen gue. jarang sih gue bikin kertas yang tulisannya kecil kecil atau ngecilin slide sampe ukuran termini buat dijadiin bahan contekan. gue lebih suka nanya temen kalopun gak bisa nanya karena pengawas killer ya nasib. Tandanya gue harus buru buru nyari inspirasi menggarang bebas. Balik lagi ke contek mencontek, gaya mahasiswa nyontek itu lucu lucu. dari nulis ditembok atau meja sampai kayak buat surat cinta, ada yang sok sokan pakai kalkulator hp padahal lagi baca slide, ada juga yang pura pura balikin tipe-x ketemen yang dibelakang sambil nanya, nungging, nyalin didetik detik terakhir pokoknya ekspresi lucu lucu yang kadang jadi hiburan gue disaat gue gak bisa ngerjain soal.
Dari yang gue jabarin diatas, pasti kebayang banget kan susahnya jadi mahasiswa? yep buat nyari secerca harapan nilai B aja sesusah menggali emas dibengawan solo. Bahkan sampai ada yang berbuat nekat alias nyontek yang udah gak bisa ditolerir pake nalar lagi, semuanya demi NILAI. Semua cuma mengejar NILAI padahal yang harusnya kita kejar adalah ILMU. Nilai cuma akan mentok di IP 4 sedangkan ILMU gak berbatas. Gue sering belajar eh tiba tiba besoknya gak ujian alias di PHP-in dosen, terus temen temen gue bilang 'percuma belajar semalem' loh? aneh. Belajar itu bukan buat ujian tapi buat dapetin ILMU. Pas laporan praktikum dibagiin misalnya, mereka suka panik nilainya lebih kecil dari yang lain atau yang ngerjainya joinan. Bagi gue, gue ngerjain laporan (walau dengan sks dan panik) itu adalah proses, hasilnya itu urusan lain. Usaha maksimal pasti hasil ikutan maksimal. kalopun semua usaha lo udah maksimal tapi hasil gak sesuai yang diharapkan ya ILMU itu gak pernah kabur kok guys. Dia gak akan mengkhianati kita, trust me!
Jadi buat para hunter glory, kalian bisa dapet nilai sebesar apapun tapi inget pasti cuma bakalan mentok di angka 4 tapi nilai 5-10 itu ada diluaran sana, Belajar dari pengalaman.
Dan masih banyak lagi kalimat kalimat kampret kayak gitu yang kalo dikalkulasikan cukup buat beli minum di starbak(?) Sejujurnya, kalimat kalimat kampret diataslah yang membuat gue jadi takut pake apa apa. Takut salah, takut aneh, takut fail, takut dikomen, takut lah pokoknya. Ya, yang ngomong mah gak pernah tau, just saying and leaving. Gak peduli kalo apa yang baru diomongin (walau itu didepan mata) bikin mental breakdown.
Jadi kalo diceritakan dari awal, dari kecil memang beginiah adanya gue. Dengan 2 kakak cowok dan teman sepermainan yang kebanyakan cowok agak sedikit kebawa. Bahkan dulu jaman jaman baheula, suka banget niruin fashion cowok pake kemeja kemeja bapake
Namanya manusia pasti bisa dan boleh berubah. Makin SMP makin sadar penampilan, alasannya? pasti cowok hehe. Tapi, apalah daya seorang anak SMP yang kekantin aja masih ngutang, palingan juga beli baju ya kalo dibeliin. Gak ada ya namanya beli bedak dll, palinhan bedak tabur pantat bayi sama salisil. Untungnya sekolah gue adalah sekolah islami yang mewajibkan muridnya memakai rok di area sekolah di hari apapun. Jadi, buat kalian yang merasa amazed kalo ngeliat gue pake rok, sejujurnya, kalian itu gak tau apa apa
SMA, ya semakin dewasa pasti punya sisi kewanitaan. Suka pingin beli baju ini itu, tapi gue juga sadar badan gue belum sebagus, setinggi, selangsing atiqa hasiholan (cooming soon) yang lurus macem lidi lidian SD. Gue gak mungkin tiba tiba beli barang yang gak pantes buat badan gue. Kalo kalian mau tau, rasanya sakit ketika seorang gue gak bisa ngikutin trend anak anak gawl nan badhay, beli baju yang lagi hitz dan sebagainya. Semuanya swrba ditahan, karena sekali lagi, gue sadar. Gue bukan si bego yang tiba tiba ke mall pake hot pants tenang aje sist.
Puncak dari segala komentar kampret itu lahir di kuliah. Karena kuliah udah gak pake seragam, alhasil keliatan banget gue gak punya baju baju yg fashionable ala ala ayam kampuz. Palingan kemeja, jeans, jilbab paris, sepatu kets. Ya kan gak mungkin gue cuma punya sejenis sepatu, sejenis kemeja, sejenis jilbab atau sejenis celana buat kuliah, lalu belilah gue flat shoes, pasmina, rok dll. Yang perlu dunia tau, gue sebelumnya juga udah pernah punya barang barang tadi, jadi gausah alay. Namun, semua berubah ketika sikampret, ms. hotcomment dateng, komen apapun yang gue pake setiap harinya, from head to toe, pasti didiri gue salah. Gue down banget, rasanya badmood pingin makan tempe ibu soto(?) saking malesnya, gue jadi sering dengerin lagu pake headset cuma buat gak denger orang diluaran sana ngomong apa. Ya, ayem crezi now.
Sampai pada akhirnya, gue rasa gak bisa lagi menumpuk perasaan takut didiri gue. I just do, what should i do. Niatan gue kuliah, bukan jadi artis yang digosipin infotainment. Jadilah gue seperti ini, bodo amet sama kata orang, yang penting hati senang. Lagian mamake aja yang beliin gak masalah, kenapa sih harus banget dipermasalahkan dengan apa yang melekat pada tubuh gue. yang gue heran, badan segini aja pake baju abcd dikomen dimana gue kalo secantik pevita pearce??? oke itu gak mungkin.
Menurut gue, everyone else can wear anything. Semua berhak cantik, berhak mengekspresikan dirinya lewat pakaiannya, berhak buat nampol mulut si mrs. hotcomment (eh jangan). Gue selalu menganggap mbak yang diatas adalah secuil debu haters yang mau kayak gue tapi gak kesampaian. Yes, akhirnya gue merasa secantik dian sastro, sampai harus dikomentarin setiap harinya).
Hidup itu dibuat sesimple mungkin aja, stop komentar apapun yang dipakai orang✌✌
You're adorable just the way you are. Let the shit go and try to not listen people who always makes your mentaly breakdown. Be youre style, be youre self.